Karena banyaknya sms yang masuk menanyakan hal di atas, maka saya merasa perlu menampilkan beberapa hadits yang biasa dijadikan alasan untuk menyatakan adanya keutamaan puasa di bulan Rajab.

( 1 ) مَنْ صَامَ ثَلاَثَةَ اَيَّأمٍ مِنْ رَجَبٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ صِيَامَ شَهْرٍ ، مَنْ صَامَ سَبْعَةَ اَيَّأمٍ مِنْ رَجَبٍ اَغْلَقَ اللهُ عَنْهُ سَبْعَةَ اَبْوَابٍ مِنَ النَّارِ ، مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ اَيَّأمٍ مِنْ رَجَبٍ فَتَحَ اللهُ لَهُ ثَمَانِيَةَ اَبْوَابِ الجَنَّةِ ، وَمَنْ صَامَ

نِصْفَ رَجَبٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ رِضْوَانَهُ ، وَمَنْ كَتَبَ لَهُ رِضْوَانَهُ لَمْ يُعَذِّبْهُ ، وَمَنْ صَامَ رَجَبَ كُلَّهُ حَاسَبَهُ

حِسَابًَا يَسِيْرًا

Artinya :  Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, maka Allah mencatatnya sebagaimana

puasa sebulan ; barangsiapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab niscaya Allah menutup tujuh pintu dari neraka ; barangsiapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab niscaya Allah bukakan baginya delapan pintu sorga ; barangsiapa berpuasa setengah bulan Rajab niscaya Allah berikan kepadanya keridhaan-Nya, maka barangsiapa Allah berikan kepadanya keridhaan-Nya niscaya ia tidak akan disiksa ; barangsiapa puasa sebulan penuh di bulan Rajab niscaya Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah

( 2 )  وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ يَقْرَأُ فِيْ الرَّكْعَةِ الأُوْلَى مِائَةَ مَرَّةٍ آيَةَ الكُرْسِيِّ وَفِيْ الثَّانِيَةِ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ

 

Artinya : Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab dan mengerjakan shalat dua rak`at – yang pada rak`at pertama membaca ayat Kursi sebanyak seratus kali dan pada rak`at kedua membaca Qul Huwallah sebanyak seratus kali, maka dia tidak akan mati sebelem melihat tempat duduknya di sorga.

( 3 ) اِنَّ فِيْ الجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ اَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّّبَنِ وَاَحْلَى مَنَ العَسَلِ ، مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

Artinya : Sesungguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab , warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih manis dari madu, barangsiapa berpuasa sehari dari bulan Rajab, niscaya Allah akan memberikan kepadanya minuman dari sungai tersebut.

( 4 )  رَجَبٌ شَهْرٌ عَظِيمٌ ، يُضَاعِفُ اللَّهُ فِيهِ الْحَسَنَاتِ ، فَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ سَنَةً ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ سَبْعَةَ أَيَّامٍ غُلِّقَتْ عَنْهُ سَبْعَةُ أَبْوَابِ جَهَنَّمَ ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ عَشَرَةَ أَيَّامٍ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ شَيْئًا إِلا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا نَادَى مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ قَدْ غُفِرَ لَكَ مَا مَضَى فَاسْتَئْنِفِ الْعَمَلَ ، وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

 

Artinya : Rajab adalah bulan yang mulia, Allah akan melipat gandakan kebaikan pada bulan tersebut ; barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab seakan akan ia telah berpuasa setahun ; barangsiapa berpuasa tujuh hari, akan ditutup baginya tujuh pintu neraka ; barangsiapa berpuasa  delapan hari niscaya dibukakan baginya delapan pintu sorga ; barangsiapa berpuasa sepuluh hari niscaya Allah akan mengabulkan semua yang diminta ; barangsiapa berpuasa lima belas hari. maka penyeru di langit akan berkata : Telah diampunkan dosa dosa kamu yang lalu dan mulailah dengan amalan yang baru ; barangsiapa menambah maka akan menambah (juga) pahala baginya.

معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني – (ج 13 / ص 296)

( 5 ) إِنَّ رَجَبَ شَهْرٌ عَظِيْمٌ ، يُضَاعَفُ فِيْهِ الحَسَنَات ، مَنْ صَامَ فِيْهِ يَوْمًا كَانَ كَسَنَةٍ »

Artinya :  Sesungguhnya Rajab adalah bulan yang mulia , akan dilipat gandakan kebaikan padanya, barangsiapa berpuasa sehari padanya seakan akan ia telah berpuasa setahun.

Penjelasan

– Hadits pertama terdapat dalam kitab La`aali al-Mashnu`ah fil Ahaditsil Maudhu`ah 2:115 ;

pada sanadnya terdapat rawi Abaan yang oleh ulama` hadits digolongkan sebagai rawi yang matruk (ditinggalkan), juga terdapat rawi Amar bin al-Azhar, rawi ini suka memalsukan hadits.

– Hadits kedua juga maudhu` (palsu) terdapat dalam kitab al-Lu`lu`ul Maudhu`ah halaman 82 – 83 .

– Hadits ketiga terdapat dalam kitab al-Ahqab dan Syu`abul Iman. Dalam kitab Silsilah Ahaditsi Dha`ifah  hadits no 1898 dan Jami`us Shaghir II:167 0 hadits 1900, imam Nashiruddin Albaani  mengatakan bahwa hadits ini maudhu`

– Hadits keempat diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu`jamul Kabiir 6:69. Pada sanad hadits ini terdapat rawi Utsman bin Mathar asy-Syaibani Abu al-Fadhl, rawi ini dilemahkan ulama` hadits termasuk Bukhari. (Lihat Dhu`afaul Kabiir 3:216 ; al-Jarhu wat Ta`dil 6:169 ; al-Majruhin 2:99; Tarikh Baghdadi  11:277 ; Taqribut Tahdzib 1:386 ; Tahdzibut Tahdzib 7:140 dan al-Kamil fi Dhu`afa` 5:163 )

– Hadits kelima riwayat Abu Nu`aim dalam Ma`rifatus Shahabat 13:296. Kelemahan hadits ini sama dengan hadits no 4 yaitu rawi Utsman bin Mathar as-Syaibani Abu al-Fadhl.

Oleh karena semua hadits yang dijadikan dasar adanya keutamaan puasa di bulan Rajab tidak lepas dari kelemahan, maka hadits-hadits tersebut tidak dapat dipakai sebagai hujjah untuk menyatakan adanya keutamaan tersebut.

Kesimpulan

Tidak ada keutamaan puasa sunnah di bulan Rajab