Menyambut datangnya tahun baru Hijriyah- tepatnya tanggal 1 Muharram 1433, banyak yang beranya kepada saya tentang tuntnan puasa pada hari itu. Demi manfaat yang lebih banyak saya putuskan untuk menulis catatan kecil tentang masalah ini di FB, semoga bermanfaat.

 

Tuntunan khusus tentang puasa pada tangal 1 Muharram tidak ada dari Nabi saw, saudara saudara kita yang menganjurkan puasa pada hari tersebut kebanyakan berpegang pada hadits umum sbb :

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ ( رواه مسلم )

 

Artinya : Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah saw telah bersabda : Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah – Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam (HSR Muslim)

 

Karena puasa sunnah di bulan Muharram dianggap paling utama (afdhal ), maka ke mudian mereka tetapkan bahwa puasa tanggal 1 Muharram itu memang dianjurkan.

 

Pendapat ini tidak dapat diterima karena hadits di atas sama sekali tidak menentukan  tanggal berapa puasa yang afdhal tersebut, jadi untuk menentukan tanggal 1 atau 2 dan 3 dan seterusnya harus ada dalil yang menentukan. Hadits tersebut hanya menerangkan bahwa puasa sunnah yang utama dibanding bulan-bulan yang lain adalah bulan Muharram secara umum, jadi mestinya tidak ditentukan hanya tangal 1 tapi setiap hari selama 30 hari.

 

Yang ada tuntunan khusus hanya ada dua yaitu tanggal 9 Muharram yang dinamakan Tasu`ah dan 10 Muharram yang dinamakan puasa asyura.

 

Kesimpulan :

Tidak ada tuntunan khusus berpuasa sunnah pada tanggal 1 Muharram

 

——-oleh ust lutfie abdullah I