Meskipun memperingati hari lahir atau ulang tahun merupakan masalah keduniaan yang asalnya boleh dikerjakan, tapi tradisi ini bermula dari non Muslim dan di dalam nya ada nilai nilai ritual sehingga sebagai Muslim kita tidak boleh ikut ikutan merayakannya. Orang Islam yang memperingati hari lahirnya dengan mengadakan tasyakuran, makan-makan, mengirim ucapan selamat ulang tahun berarti telah tasyabuh (menyerupai) dengan non Muslim, padahal dalam semua hal yang terkait tradisi dan peribadatan kita dilarang tasyabuh .

Sehubungan dengan hal di atas Nabi saw bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍِ فَهُوَ مِنْهُمْ ( رواه ابوداود وابن حبان )

Artinya : Barangsiapa tasyabuh (menyerupai) suatu kaum (kafir), maka ia termasuk golongan mereka (HSR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

 

Tasyabuh yang dimaksud pengertiannya mencakup :

a. segi ibadat atau upacara keagamaan

b. segi pergaulan, baik di dalam atau di luar rumah

 

Jadi dengan hadits di atas dapat kita fahami bahwa ikut ikutan merayakan ulang tahun dengan cara apa saja hukumnya haram.

 

Pada hadits lain dikatakan :

مَنْ رَضِيَ عَمَلَ قَوْمٍ كَانَ مِنْهُمْ  ( رواه ابو يعلى )

Artinya : Barangsiapa ridha amalan satu kaum (kafir) adalah ia dari golongan mereka (HR Abu Ya`la)

 

Yang dimaksud ridha antara lain mendiamkan orang lain berbuat dan menerima makanan yang sengaja dibuat untuk hal tersebut meskipun dia sendiri tidak melakukannya.

 Kesimpulan

Memperingati hari kelahiran (ulang tahun) hukumnya haram karena tasyabuh dengan tradisi non Muslim

 

About these ads